Kita sering dengar istilah kurikulum berbasis kompetensi, yang sekarang diterapkan pada system pendidikan di Indonesia. System ini sangat bagus terutama untuk sekolah-sekolah kejuruan baik bisnis manajemen atau tehnologi. Dalam kurikulum berbasis kompetensi ini setiap materi atau mata pelajaran uang diajarkan harus mengacu pada dunia kerja sesungguhnya. Sehingga diharapkan semua siswa yang lulus dapat langsung mengetahui atau memahami dunia kerja yang sesungguhnya.
Kalau melihat dari tujuan dibuatnya kurikulum berbasis kompetensi (KBK) ini sangat bagus dan ideal sekali, terutama saya yang kebetulan mangajar di sekolah menengah kejuruan bisnis manajemen. Tapi masih ada yang menganjal dihati saya, sehingga saya mencoba tuangkan ke dalam tulisan ini.
Yang sangat mengganjal di hati saya adalah, bagaimana seorang guru bisa menjelaskan materi yang langsung diaplikasikan kedunia kerja bila gurunya sendiri belum mengetahui dunia kerja sesungguhnya. Saya mencoba mengambil contoh pada jurusan administrasi perkantoran atau sekretaris (dulu) karena kebutulan itu jurusan saya. Pada jurusan ini ada mata pelajaran penanganan telepon dan tamu, didalam buku kebanyakkan hanya bersifat teori nah disini peranan guru untuk memberikan gambaran langsung bagaimana penanganan telepon dan tamu dikantor sesungguhnya bagi seorang sekretaris dan bagaimana bila seorang pimpinan tidak mau menerima telepon atau tamu dari seseorang bagimana membuat perjanjian melalui telepon bagaimana menolak tamu yang sudah datang dsbnya. Yang semua itu hanya teori di dalam buku sedangkan siswa harus pandai tidak hanya teori tapi harus diperaktekkan langsung kegiatan tersebut, sehingga ketika siswa bekerja dia sudah mengerti apa yang harus dilakukan apabila mengalami hal-hal tersebut di atas.
Pertanyaan saya bagaimana anak dapat mengetahui kondisi atau keadaan sesungguhnya di dalam kantor dan bagaimana guru menceritakan keadaan sesungguhnya yang akan ditemui siswa-siswi bila bekerja dikantor kalau gurunya sendiri belum pernah bekerja langsung dalam kantor.
Dari situlah maka saya sering bertanya kenapa yang magang atau praktek lapangan Cuma siswanya saja, kenapa guru tidak di magangkan juga diperusahaan? Kalau guru dimagangkan saya yakin maka tujuan dari kurikulum berbasis kompetensi benar-benar akan terwujud dan siswa lulusan SMK akan benar-benar siap kerja. Karena dengan guru magang di kantor maka ketika dia menjelaskan suatu materi tidak Cuma hayalan tapi dapat menceritakan langsung pengalaman dia di kantor.
Saya pernah bertukar pikiran ke guru penjualan (Bpk Puji Sumaryanto), belaiu pernah di magangkan langsung di perusahaan. Dia bilang dengan pernah magang maka ketika di mengajarkan hal-hal tentang penjualan lebih percaya diri dan lebih enak menjelaskannya karena pernah terjun langsung ke lapangan walaupun Cuma 3 bulan minimal dia pernah tahu.
Saya sangat setuju dengan pendapat beliau, karena saya sudah merasakan sendiri mungkin kalau saya tidak punya pengalaman bekerja maka saya juga akan bingung pada waktu mengajarkan materi yang bersifat praktek. Dengan pengalaman kerja saya tersebut (kebetulan saya pernah 5 thn menjadi sekretaris dikantor) maka ketika saya menjelaskan suatu materi dapat langsung saya aplikasikan denagn keadaan sesungguhnya. Apalagi selain saya mengajar di SMK, saya juga mengajar akademi sekretaris yang mahasiswa saya mayoritas pegawai. Sering mereka bertanya hal-hal yang mereka alami dikantor bayangkan kalau saya tidak tahu sama sekali kondisi kantor, itupun saya masih harus banyak belajar dan berdiskusi dengan teman-teman saya yang praktisi termasuk dengan mahasiswa saya yang suadh punya pengalaman.
Kenapa demikian karena di sekolah kejuruan kita harus benar-benar mempersiapkan tenaga kerja yang siap bekerja sehingga kita hanya mengajarkan teori 30% sisanya praktek.
Bayangkan kalau guru itu belum pernah mengenal dunia kerja apa yang akan terjadi????? Maaf bukan saya underestimate (meremehkan) loh terhadap teman-teman guru karena banyak juga yang tidak pernah bekerja tapi mampu juga mengajar praktek dengan baik tapi alangkah lebih baiknya lagi apabila guru-guru kita itu diberi praktek langsung ke dunia kerja jangan seminar yang hanya bersifat teori saja.
Please deh teman-teman yang punya jabatan di kantor, tolong dong bantu kita untuk menyediakan tempat magang guru SMK jurusan Akuntansi, Administrasi Perkantoran (sekretarsi). Mudah-mudahan semua bantuannya dibalas Alloh SWT dan Insya Alloh saya dan teman-teman akan serius dan siap untuk belajar bagaimana bekerja di kantor sesungguhnya.
Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang membuat tersinggung perasaan yang membaca artikel saya, karena saya adalah manusia yang banyak punya kesalahan.







sy akan hubungi teman di dinas yg urus magang guru … semoga berhasil, coba kabarkan pada teman lain, siapa tahu ada yg mau … artikel yang bagus …!
learning by doing salah satu metode yg cck dlm proses pembelajaran di SMK, krn ceramah sdh tidak relevan lgi. itu guru jardul…………
Ya…begitulah pendidikan kita…..untung ibu masih mengajarnya di sekolah SMK,..
Dari dulu aku berpikir ketika aku mengajarkan matematika kepada murid-muridku…..tahu gak….muridku,…untuk apa sebenarnya dia belajar matematika,….atau jangan-2 yang dia tahu sekedar rumus-rumus,..simbol-simbol,…tapi gak tahu dan ngerti untuk apa penerapan yang sebenarnya dalam kehidupan nyata,…jadi mau jadi apa nantinya??????