Kemarin merupakan hari yang menyenangkan buat aku, karena ditempat ngajarku SMK Negeri 3 Jakarta kedatangan tamu dari Jepang istimewa n special untuk aku. Sebenarnya kemarin itu hampir saja aku tidak bertemu dengan tamu tersebut, karena kemarin itu aku dan temanku Nurul pergi melihat anak magang di Dept. Kebudayaan dan Pariwisata dan setelah itu rencananya kalau sudah siang aku mau langsung pulang karena badan rasanya ga enak. Ketika kita mau pulang tiba-tiba Nurul diSMS oleh Dwi yang mengatakan jangan makan siang diluar karena ada acara makan-makan disekolah.
Karena informasi tersebut maka kami kembali ke sekolah. Dijalan sempat kita bingung ada acara apa ya? Aku bilang mungkin ada yang ulang tahun. Ternyata salah, kita kedatangan seorang tamu, dan tamu tersebut akan berbincang-bincang atau sharing dengan kita setelah makan siang (sekitar jam 2 an). Aku sendiri sempat mau pulang karena badan aku agak kurang enak, Cuma ga enak takut di bilang SMP (sehabis makan pulang). Akhirnya aku ikut juga dalam acara tesebut.
Kira-kira jam 2 acara dimulai. Aku pikir yang datang seorang pria Jepang. Ternyata seorang wanita yang sederhana dan mungil tapi Subhanalloh begitu pintar, cerdas dan beruntung. Wanita itu namanya Murni Ramli beliau lulusan dari IPB. Tapi walaupun beliau Ir Pertanian tetapi beliau terjun ke dunia pendidikan. Sekarang sedang mengambil S3 (Doktor) di Jepang. Sekitar 1 jaman dibercerita tentang pengalamannya dari mulai di Indonesia sampai ke Jepang.
Mendengar cerita dan pengalaman beliau saya sangat terkesan dan senang mendengarnya. Yang paling membuat saya tertarik adalah ketika dia menceritakan system pendidikan yang ada di salah satu sekolah di kota Jepang (maaf lupa namanya karena ga sempet mencatat). Apalagi ketika saya lihat foto2nya ya ampun sekolah itu begitu bersih, tenang dan nyaman, sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang pernah saya lihat disini.
Dia juga menceritakan tentang kurikulum yang ada di sekolah tersebut. Wah-wah benar-benar saya sangat tertarik. Timbul pertanyaan mungkin ga ya diterapkan di sekolah ku. Ada salah satu mata pelajaran yang membuat saya tertarik yaitu Intergreted Course. Maksud dari mata pelajaran itu yang dapat aku simpulkan dari keterangan Mbak murni adalah satu tugas yang didalamnya sudah mencakup beberapa bidang studi. Sebenarnya mata pelajaran itu sudah juga diterapkan oleh kita terutama jurusan aku Administrasi Perkantoran. Dimana anak diminta membuat surat dan mengetik surat tersebut kemudian menyimpannya. Dari situ seorang anak sudah mendapatkan 3 nilai yaitu : nilai surat menyurat, nilai computer dan nilai kearsipan. Tapi aku berpikir tugas apalagi ya yang bisa seperti itu dan tugas itu agak bermutu sehingga anak lebih berkesan dan tidak biasa-biasa saja. Karena kalau di Jepang dalam melaksanakan tugas tersebut anak terjun langsung kelapangan.
Ada satu lagi cerita dia yang membuat saya tertarik adalah ketika dia menjelaskan kepada siswa/I SD di Jepang tentang permainan anak-anak Indonesia di sawah, ketika dia menjelaskan dia juga menunjukkan foto-foto anak-anak yang sedang bermain di sawah. Dia bilang anak-anak Jepang menanyakan hal-hal yang amat sulit dijawab misalnya ada yang Tanya berapa tinggi lumpurnya, berapa banyak belalang dsb. Mungkin ga ya anak kita ada yang Tanya seperti itu. Menurut aku anak-anak itu begitu kritis bangat.
Tapi diantara cerita-cerita yang membuat saya tertarik, ada juga cerita-cerita yang membuat saya miris atau sedih, yaitu cerita dimana ternyata tingkat bunuh diri di Jepang sangat tinggi. Dan yang paling mengenaskan adalah bunuh diri itu banyak dilakukan oleh anak-anak SMP Masya Alloh. Ternyata untuk masalah mental anak-anak kita lebih hebat daripada mereka.
Wah pokoknya banyak lagi deh yang diceritakan mbak murni ke kita tentang pendidikan di Jepang. Kapan lagi mbak murni akan datang ke tempat kita ya?????? Dengan cerita-cerita yang lebih menarik dan seru lagi. Mudah-mudahan secepatnya.
Aku juga pengen banget bisa seperti mbak murni. Kapan ya??????
Tapi mudah2an keinginan itu bisa tercapai. Doain ya……………..







iya deh saya doakan
Bu, Par…
Maaf, baru ketemu blognya…
Alhamdulillah saya bisa bertemu juga dg guru-guru yg penuh semangat di SMK3.
Insya Allah, Bu Par akan bisa lebih baik daripada saya.
Saya turut mendoakan